BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE PORTAL BERITA 'KAPAN LAGI"

​​Turun ke Sawah Berlumpur, Babinsa Dampingi Petani Cabut Bibit Padi ​ ​Aceh Utara - Di bawah teriknya sinar matahari, Serma Samidi, Babinsa Koramil 03/Dewantara, tampak tak ragu menyingsingkan celana dan melangkah ke dalam lumpur sawah di Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Jumat (28 Agustus 2026). ​ ​​Mengenakan sepatu boots, tangan Serma Samidi begitu sigap mencabut rumpun bibit padi dari persemaian yang terendam air, lalu mengikatnya dengan rapi agar siap ditanam. Gelak tawa dan obrolan ringan mengalir hangat di antara rintikan peluh, mencairkan kelelahan para petani yang sedang menyiapkan masa tanam musim ini. ​ ​"Menjadi Babinsa artinya harus selalu ada di tengah masyarakat, termasuk kotor-kotoran di sawah seperti ini. Selain untuk membantu dan meringankan pekerjaan warga, kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata TNI AD dalam mengawal ketahanan pangan di wilayah binaan," ujar Serma Samidi di sela-sela aktivitasnya di atas lumpur. ​ ​Kegiatan sederhana namun penuh makna ini terbukti ampuh mempererat ikatan kekeluargaan antara TNI dan kelompok tani lokal. Rasa kebersamaan yang terjalin di atas tanah sawah Desa Uteun Geulinggang tersebut tidak hanya memperlancar proses pertanian, tetapi juga semakin memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat. ​ ​Aceh Utara - Di bawah teriknya sinar matahari, Serma Samidi, Babinsa Koramil 03/Dewantara, tampak tak ragu menyingsingkan celana dan melangkah ke dalam lumpur sawah di Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Jumat (28 Agustus 2026). ​ ​​Mengenakan sepatu boots, tangan Serma Samidi begitu sigap mencabut rumpun bibit padi dari persemaian yang terendam air, lalu mengikatnya dengan rapi agar siap ditanam. Gelak tawa dan obrolan ringan mengalir hangat di antara rintikan peluh, mencairkan kelelahan para petani yang sedang menyiapkan masa tanam musim ini. ​ ​"Menjadi Babinsa artinya harus selalu ada di tengah masyarakat, termasuk kotor-kotoran di sawah seperti ini. Selain untuk membantu dan meringankan pekerjaan warga, kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata TNI AD dalam mengawal ketahanan pangan di wilayah binaan," ujar Serma Samidi di sela-sela aktivitasnya di atas lumpur. ​ ​Kegiatan sederhana namun penuh makna ini terbukti ampuh mempererat ikatan kekeluargaan antara TNI dan kelompok tani lokal. Rasa kebersamaan yang terjalin di atas tanah sawah Desa Uteun Geulinggang tersebut tidak hanya memperlancar proses pertanian, tetapi juga semakin memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat.(Wawan). Red-Spyd



Aceh Utara - Di bawah teriknya sinar matahari, Serma Samidi, Babinsa Koramil 03/Dewantara, tampak tak ragu menyingsingkan celana dan melangkah ke dalam lumpur sawah di Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Jumat (28 Agustus 2026).

​​Mengenakan sepatu boots, tangan Serma Samidi begitu sigap mencabut rumpun bibit padi dari persemaian yang terendam air, lalu mengikatnya dengan rapi agar siap ditanam. Gelak tawa dan obrolan ringan mengalir hangat di antara rintikan peluh, mencairkan kelelahan para petani yang sedang menyiapkan masa tanam musim ini.

​"Menjadi Babinsa artinya harus selalu ada di tengah masyarakat, termasuk kotor-kotoran di sawah seperti ini. Selain untuk membantu dan meringankan pekerjaan warga, kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata TNI AD dalam mengawal ketahanan pangan di wilayah binaan," ujar Serma Samidi di sela-sela aktivitasnya di atas lumpur.

​Kegiatan sederhana namun penuh makna ini terbukti ampuh mempererat ikatan kekeluargaan antara TNI dan kelompok tani lokal. Rasa kebersamaan yang terjalin di atas tanah sawah Desa Uteun Geulinggang tersebut tidak hanya memperlancar proses pertanian, tetapi juga semakin memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat.

​Aceh Utara - Di bawah teriknya sinar matahari, Serma Samidi, Babinsa Koramil 03/Dewantara, tampak tak ragu menyingsingkan celana dan melangkah ke dalam lumpur sawah di Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Jumat (28 Agustus 2026).

​​Mengenakan sepatu boots, tangan Serma Samidi begitu sigap mencabut rumpun bibit padi dari persemaian yang terendam air, lalu mengikatnya dengan rapi agar siap ditanam. Gelak tawa dan obrolan ringan mengalir hangat di antara rintikan peluh, mencairkan kelelahan para petani yang sedang menyiapkan masa tanam musim ini.

​"Menjadi Babinsa artinya harus selalu ada di tengah masyarakat, termasuk kotor-kotoran di sawah seperti ini. Selain untuk membantu dan meringankan pekerjaan warga, kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata TNI AD dalam mengawal ketahanan pangan di wilayah binaan," ujar Serma Samidi di sela-sela aktivitasnya di atas lumpur.

​Kegiatan sederhana namun penuh makna ini terbukti ampuh mempererat ikatan kekeluargaan antara TNI dan kelompok tani lokal. Rasa kebersamaan yang terjalin di atas tanah sawah Desa Uteun Geulinggang tersebut tidak hanya memperlancar proses pertanian, tetapi juga semakin memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat.(Wawan). 




Red-Spyd

​Aceh Utara - Di bawah teriknya sinar matahari, Serma Samidi, Babinsa Koramil 03/Dewantara, tampak tak ragu menyingsingkan celana dan melangkah ke dalam lumpur sawah di Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Jumat (28 Agustus 2026).

​​Mengenakan sepatu boots, tangan Serma Samidi begitu sigap mencabut rumpun bibit padi dari persemaian yang terendam air, lalu mengikatnya dengan rapi agar siap ditanam. Gelak tawa dan obrolan ringan mengalir hangat di antara rintikan peluh, mencairkan kelelahan para petani yang sedang menyiapkan masa tanam musim ini.

​"Menjadi Babinsa artinya harus selalu ada di tengah masyarakat, termasuk kotor-kotoran di sawah seperti ini. Selain untuk membantu dan meringankan pekerjaan warga, kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata TNI AD dalam mengawal ketahanan pangan di wilayah binaan," ujar Serma Samidi di sela-sela aktivitasnya di atas lumpur.

​Kegiatan sederhana namun penuh makna ini terbukti ampuh mempererat ikatan kekeluargaan antara TNI dan kelompok tani lokal. Rasa kebersamaan yang terjalin di atas tanah sawah Desa Uteun Geulinggang tersebut tidak hanya memperlancar proses pertanian, tetapi juga semakin memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat.

​Aceh Utara - Di bawah teriknya sinar matahari, Serma Samidi, Babinsa Koramil 03/Dewantara, tampak tak ragu menyingsingkan celana dan melangkah ke dalam lumpur sawah di Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Jumat (28 Agustus 2026).

​​Mengenakan sepatu boots, tangan Serma Samidi begitu sigap mencabut rumpun bibit padi dari persemaian yang terendam air, lalu mengikatnya dengan rapi agar siap ditanam. Gelak tawa dan obrolan ringan mengalir hangat di antara rintikan peluh, mencairkan kelelahan para petani yang sedang menyiapkan masa tanam musim ini.

​"Menjadi Babinsa artinya harus selalu ada di tengah masyarakat, termasuk kotor-kotoran di sawah seperti ini. Selain untuk membantu dan meringankan pekerjaan warga, kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata TNI AD dalam mengawal ketahanan pangan di wilayah binaan," ujar Serma Samidi di sela-sela aktivitasnya di atas lumpur.

​Kegiatan sederhana namun penuh makna ini terbukti ampuh mempererat ikatan kekeluargaan antara TNI dan kelompok tani lokal. Rasa kebersamaan yang terjalin di atas tanah sawah Desa Uteun Geulinggang tersebut tidak hanya memperlancar proses pertanian, tetapi juga semakin memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat.(Wawan). 




Red-Spyd

Posting Komentar

0 Komentar