KENDAL – Gemuruh suara mesin sepeda motor memecah keheningan pagi di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Minggu (21/06/2026). Di bawah tatapan gagah Patung RTH, puluhan riders bersiap menorehkan cerita baru yang memacu adrenalin.
Hari itu, Komunitas Kumpulan Riders Antar Komunitas (KRAK) Boja resmi menggelar agenda Touring Ke-9 mereka. Mengusung tema "KRAK Touring: Jelajah Alam Pegunungan Lintas Batas 6 Kabupaten", perjalanan ini menjadi momentum krusial dalam mempererat kekompakan dan kebersamaan antar-komunitas yang bernaung di dalamnya.
Bukan sekadar riding biasa, edisi ke-9 ini menjadi pembuktian nyata atas ketahanan fisik, soliditas organisasi, serta komitmen tinggi terhadap keselamatan berkendara (safety riding). Tak kurang dari 50 sepeda motor dengan total sekitar 80 peserta aktif bergerak satu komando membelah aspal lintas kabupaten.
Perjalanan dimulai dengan menyisir rute keberangkatan yang dikenal eksotis namun penuh jebakan medan. Rombongan KRAK bergerak dinamis melintasi Boja, Patean, Sukorejo, Bawang, Reban, Blado, Bandar, Wonotunggal, Talun, hingga Doro. Selepas itu, rombongan memasuki kawasan legendaris Petung Kriyono untuk istirahat makan siang dan salat sebelum melanjutkan misi menuju Titik 0 Dieng.
Ujian adrenalin yang sesungguhnya baru dimulai saat memasuki jalur Petung Kriyono menuju Sibebek dan Batur. Di sini, tanjakan curam yang berdiri tegak di tengah kepungan kabut tipis menghadirkan drama-drama yang mengasyikkan.
Beberapa motor peserta kedapatan "ngos-ngosan" dan tidak kuat menanjak karena ekstremnya sudut kemiringan jalan. Alhasil, aksi dorong motor massal dan pemandangan penumpang yang terpaksa turun untuk jalan kaki menjadi momen jenaka yang justru mengundang tawa, mencairkan suasana, dan seketika melebur sekat antar-komunitas.
"Di sinilah indahnya kebersamaan. Bukan saling meninggalkan saat ada yang tidak kuat menanjak, tapi justru saling dorong dan memberi semangat," seloroh salah satu peserta di lokasi.
Ban Kempes Om Kristal dan Ujian Solidaritas Antar-Komunitas
Keseruan interaksi semakin memuncak saat terdengar kabar melalui radio komunikasi bahwa salah satu motor peserta, Om Kristal, mengalami kempes ban.
Alih-alih mengeluh karena perjalanan terhambat, rombongan justru langsung merapatkan barisan dan menepi dengan tertib. Di tepi jalur pegunungan yang asri itulah, esensi sejati dari *Touring Ke-9* ini benar-benar memancar.
Sembari menunggu proses perbaikan ban selesai dibantu rekan-rekan yang sigap, seluruh peserta memanfaatkan momen tersebut untuk saling melempar canda, berfoto bersama, dan menikmati udara segar pegunungan. Di balik kendala teknis dan rentetan drama sepanjang jalur, nilai solidaritas dan rasa kekeluargaan antar-komunitas justru terasa semakin mahal dan meningkat drastis.
Setelah semua kendala teratasi berkat gotong royong, rombongan kembali tancap gas hingga akhirnya bendera KRAK berhasil dikibarkan dengan bangga di Titik 0 Dataran Tinggi Dieng.
Untuk rute kepulangan, rombongan memilih jalur melingkar via Pasar Kejajar dan Pringlegi. Saat memasuki kawasan Tretep, hujan deras mulai mengguyur. Namun, rintik air sama sekali tidak menyurutkan semangat para riders.
Rombongan terus bergerak memotong ke arah Wonosari Patean, menyisir kawasan wisata Curug Sewu, hingga akhirnya mendarat kembali di titik finish di Boja menjelang petang dengan formasi yang tetap utuh.
Meski diwarnai drama ban kempes dan motor kepayahan, manajemen perjalanan KRAK terbilang sangat matang. Panitia menerapkan sistem pembagian kelompok kecil (grouping) yang dipimpin oleh Alek Selaku Road Captain berpengalaman, sehingga pergerakan rombongan tetap rapi, santun, dan tidak mengganggu hak pengguna jalan lain.
Misi Sukses: Berangkat Bahagia, Pulang Selamat
Ketua KRAK Boja, Muhammad Arif Rahman Hakim, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya sesaat setelah melepas helm di titik finish.
"Alhamdulillah, esensi utama dari Touring Ke-9 ini benar-benar terjaga. Kami berhasil membuktikan bahwa lintas komunitas di dalam KRAK mampu melahirkan kekompakan yang luar biasa di atas aspal sekaligus menjaga marwah sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. Jalur lintas 6 kabupaten ini sangat menantang dan menguras fisik, namun berkat kedisiplinan tinggi, kita berangkat bersama dan pulang bersama dalam kondisi aman, sehat, dan bahagia," ujar Arif dengan wajah sumringah.
Senada dengan Ketua, Penasehat KRAK, H. Tripurnomo, S.Sos., yang sejak awal mengawal ketat kesiapan teknis peserta, memberikan apresiasi tinggi atas capaian zero accident (nol insiden fatal) ini.
"Apresiasi luar biasa untuk seluruh panitia dan peserta. Jalur dari Petung Kriyono sampai Dieng itu bukan medan yang ramah untuk kendaraan yang kurang persiapan. Namun, mitigasi yang kita lakukan terbukti membuahkan hasil. Touring jelajah alam lintas batas ini sukses besar; bukan cuma mempererat silaturahmi, tapi drama-drama mengasyikkan di jalan tadi justru menjadi lem perekat kebersamaan antar-komunitas kita," tutur H. Tripurnomo.
Melalui kesuksesan "Touring Ke-9 Jelajah Alam 6 Kabupaten" ini, Komunitas KRAK Kendal kembali menegaskan eksistensinya sebagai wadah para *riders* yang solid, terorganisir, dan bernilai positif. Agenda ini sekaligus menjadi bahan bakar semangat baru bagi KRAK untuk terus berkontribusi dalam aksi sosial dan promosi wisata daerah di masa-masa yang akan datang.
(Red-Spyd)



0 Komentar